Friday, December 5, 2008

Dulu saya pernah cerita bahwa saya kepengen banget nonton Drupadi, filmnya Dian Sastro yang akan diputer di Jiffest entar. Hmmm... dan saya rupanya tidak menyiapkannya dengan baik, karena ternyata Jiffest sudah di depan mata. Haduh, apa kabarnya ini?!?! Saya gak punya info apakah film ini akan diputar secara komersil atau tidak. Sial! Kenapa saya gak ngecek situs Jiffest dari kemaren-kemaren?!?!

Wednesday, December 3, 2008

Twilight Vs Bolt

Hari ini adalah hari menonton film. Pagi-pagi saya bangun dan setelah beres-beres langsung melahap 5 episode Avatar Book 1 (sorry, yang ini saya bener-bener telat). Siangnya saya berangkat buat nonton Twilight bareng Alia. Di loket tiket, kita menyadari bahwa Bolt pun sudah rilis, akhirnya setelah nonton Twilight di Ciwalk XXI, kita meluncur ke Blitz Megaplex buat nonton Bolt. Karena dua film ini ditonton pada hari yang sama, mau gak mau saya membandingkannya (padahal genre-nya beda jauh). Walau saya agak sentimen pada Miley Cyrus, dengan berat hati Bolt harus menjadi pemenang untuk pertandingan hari ini. Sekarang kita bahas satu-satu...

Twilight, seperti umumnya film adaptasi dari novel fantasi, film ini termasuk mengecewakan. Yup, maaf kawan-kawan twilighters, Twilight the movie definitely not as great as the novel.

Ada dua alasan yang bikin saya tetap bertahan di kursi saya saat menonton film ini, pertama... saya sudah bayar tiketnya, kedua... Rob Pattinson as Edward Cullen. Cast dan setting adalah dua hal yang bisa saya kasih pujian untuk film ini. Jejeran pemain yang awalnya saya curigai karena KKN dengan si sutradara (kecuali Rob yang lewat audisi), ternyata jadi satu hiburan di tengah jalannya cerita yang diubah dari novelnya dengan sangat maksa dan teu nyambung! Visualisasi Forks sebagai kota miskin cahaya matahari dan selalu hujan serta ijo dimana-mana, jelas bikin saya jatuh cinta (gw mau deh tinggal di kota kayak gitu).

Kalau hukuman dapat diberikan, jelas hukuman terberat harus dijatuhkan pada si sutradara, Catherine Hardwicke. Editing yang gak mulus, banyak scene gak penting dan gak jelas, perombakan alur yang kadang bikin kesel. Memang cerita dari novelnya sedikit banyak diubah untuk lebih menyesuaikan dengan durasi film, tapi bridge yang dibuat untuk tiap bahasan malah bikin ceritanya gak ngalir, kerasa kepotong-potong dan gak natural. Inti ceritanya sendiri bahkan gak jelas. Awalnya saya (dan beberapa twilighters yang lain) menyangka bahwa genre film ini akan diperberat di bagian romance, ketimbang petualangannya. Tapi nyatanya saat filmnya jadi, ni film gak dua-duanya. Kalo romance mau ditonjolkan, jelas scene-scene soal penggambaran karakter Edward dan penggambaran pikiran Bella musti diperkuat, yang dalam kenyataannya tidak seperti itu. Kalo petualangannya mau diperberat, jelas bagian kejar-kejaran James dengan The Cullen perlu ditekankan, yang sayangnya juga tidak seperti itu. Ada satu hal pasti yang keangkat di film ini, rasa frustasi Edward. Frustasinya dia gara-gara fakta bahwa dia berbahaya bagi Bella, dan finalnya ketika dia harus berhenti dari menyedot darah Bella ampe habis saat harus ngeluarin venomnya james dari tubuh Bella. Aktingnya Rob jelas oke banget untuk menggambarkan ini. Sayangnya sisi protektif dan dominan Edward gak terlalu bisa digambarkan, dan Bella... hmmm... sepertinya saya tidak menyukai akting Kristen Stewart, terlalu monoton dan kurang variasi, lempeng.

Ada satu hal lagi yang sebenernya mengganggu (walau cukup menghibur) adalah kebanyakan shot close-up ke muka Rob. Okelah kalau dia mau menjual tampang Rob yang ganteng, yang dengan senyum dikit aja udah bikin jantung berhenti dan bisa bikin cewe satu bioskop sadar gak sadar teriak atau nahan nafas, tapi tetep aja kalo keseringan itu ngeganggu!

Ugh, saya gak pernah tau sutradara ini sebelumnya, dan saya jadi penasaran kayak gimana film dia sebelumnya. Yang saya tahu dia pernah kerja bareng Nikki Reed di Thirteen (yang gak masuk Indonesia) dan bareng Emil Hirsch di Lords of Dogtown (yang juga gak masuk Indonesia). Buat saya kerjanya di Twilight benar-benar mengecewakan. Saya dapat berita kalau Twilight movie udah masuk produksi saat novelnya belum begitu booming di US sana (makanya yang ngerjainnya studio menengah macam Summit), mungkin itu pula yang menjelaskan pemilihan pemain yang gak terlalu populer dan budget film yang rendah. Tapi ya sekali lagi bukan pemain, atau dana, atau setting yang mengganggu saya, tapi plot dan penyutradaraan. Bah... bikin emosi aja, untung Rob ganteng, jadi saya gak terlalu merasa rugi membeli tiket.

Bolt, gimana jadinya Miley Cyrus ketemu John Travolta? bersyukurlah mereka dipertemukan di film animasi, gak kebayang deh kalo adu akting. Miley jelas punya suara yang menarik, jadi suara Penny sang pemilik Bolt pun jatuhnya lucu. Dan John? hehe... gw mau deh punya peliharaan selucu Bolt yang suaranya John Travolta :D STOP...STOP... yang begituan gak usah dibahas, karena menurut gw kelebihan Bolt terletak di ide cerita dan teknik animasinya.

Ini film soal binatang pastinya, tipe yang saya suka dan mungkin akan disukain ama temen saya Ayu si pecinta binatang. Ayu pernah cerita sama saya kalau dia gak suka cerita binatang yang di manusia-manusia-in, macam Shark's Tale atau Finding Nemo mungkin. Film ini jelas mengetengahkan binatang sebagai binatang, repotnya itu kalo tu binatang menyangka dirinya binatang super.

Bolt itu bintang film, hidup di setting film dan kesehariannya diisi dengan menyelamatkan Penny dari si jahat bermata hijau, yang tidak disadarinya hanya sebuah syuting film. Salahnya kalo dia sudah terlalu jauh menyangka dirinya superhero. Sisa ceritanya silakan nonton sendiri. Bukan tipe cerita yang sulit ditebak, tapi saya suka dialog dan penempatan tiap karakter di cerita film ini. Standar Disney, ini tentang keluar dari rutinitas yang ternyata gak bener dan kemudian menyadari bahwa dunia itu tidak berjalan sebagaimana kita berpikir dunia berjalan. Soal menyadari siapa sebenarnya diri kita, tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dan akhirnya hidup bahagia, happily ever after... so fairy tale.

Yang saya gak suka, tokoh sidekick yang selalu diketengahkan 'ingin menjadi orang lain' muncul disini, dengan kedok untuk menyadarkan si tokoh utama kalau dia orang yang hebat. Percayalah, jangan merasa bangga saat ada orang bilang sama kamu : "saya sebenernya ingin menjadi seperti kamu", itu sama saja kamu menginspirasi orang untuk merendahkan dirinya sendiri dan ingin jadi orang lain. "mawar adalah mawar, azalea adalah azalea... setiapnya punya cara masing-masing untuk tumbuh", gak perlu banding-bandingin ama orang lain. Terinspirasi untuk menjadi lebih semangat boleh, untuk membangun mimpi boleh, tapi tidak untuk menjadi orang lain, gak ada yang keren di situ. Dan Disney sepertinya punya kebiasaan untuk menaruh tokoh sidekick seperti itu dalam ceritanya. Seolah pengen bilang : "kalo kamu bukan tokoh utama, berusahalah jadi seperti tokoh utama". Huh, racun banget deh. Ya... sekali lagi perlu diingatkan (mengingatkan diri sendiri juga), kita boleh terinspirasi oleh film, tapi jangan mau terpengaruh oleh film. Sebagus apapun satu film, itu tetap gak nyata, walau diangkat dari kisah nyata sekalipun.

Dari segi animasi, jelas saya jatuh cinta. Nampaknya Disney berusaha ngalahin teknik animasinya Dreamworks yang terakhir keluar lewat Kung Fu Panda. Visualisasi bulu dan gerak karakternya hampir mirip dengan Kung Fu Panda, yang lebih oke adalah efek visualisasi cahaya dan kerennya... lensa, seolah ketika ada cahaya yang langsung kesorot kamera ada efek pendar yang kayak di lensa kalo di dunia nyata. Satu lagi kelebihannya adalah sound effect. Detil suaranya jelas lebih oke dari Kung Fu Panda, hal sesimpel merpati jalan atau hamster ngegeser badan pun dikasih suara yang lucunya pas banget, gak terlalu mencolok tapi ada dan kerasa natural... oke banget deh. Gimanapun juga Disney kayaknya belum mau tunduk di peperangan film animasi, dan saya mengakui gimanapun Disney masih lebih oke, Dreamworks dan Pixar (masih bagian Walt Disney company) harus berusaha lebih keras.

Alasan kenapa saya memilih Bolt sebagai pemenang adalah karena Bolt jelas lebih punya cerita dibandingkan Twilight. Awal dan akhirnya jelas, plot nya jelas, ceritanya bisa dinikmati. Dan sebuah film selayaknya memiliki cerita yang dapat dinikmati, bukan sekedar nampangin pemain ganteng aja, makanya Bolt yang menang. Tapi kalau ditanya film mana yang pengen saya tonton lagi, jawabannya adalah Twilight. Alasannya, hehehe... gak penting sih, tapi saya pengen ngeliat Rob lagi, ganteng kan dia :p

*woops...panjang ternyata*

Tuesday, December 2, 2008

Wuthering Heights is a hate story

"I don't understand why you like it. The characters are ghastly people who ruin each others lives. I don't know how Heathcliff and Cathy ended up being ranked with couples like Romeo and Juliet or Elizabeth Bennet and Mr. Darcy. It isn't a love story, it's a hate story."

That's what Edward said when he found out that Bella re-read Wuthering Heights. So far, I just read 10 chapters of the book and I agree with Edward. The story is annoying... no... Cathy is annoying. I hate her. She's such a shame for women. How can there's such an egoistic woman as she was?!?! I thought that most of the bad evaluation of women comes from her alone. Ugh... she's an evil.

I can't bear it anymore. I stop read it. I think it's not right to read such a hate-story like this, when i'm in the middle of my period with all bad temper I had. Maybe, when I'm in a little happier condition than this time, I will consider to continue read it. But really... this book is absolutely not my cup of tea.

Monday, December 1, 2008

Acara Akhir LSS 2008

Sudah lumayan lama saya gak update blog ini, soalnya kemaren quota speedy saya sudah diambang batas, jadinya terpaksa mengurangi pemakaian internet (kalo enggak si papah bakal ngamuk!).

Acara Akhir LSS baru aja dilaksanain hari sabtu-minggu, 29-30 November kemaren. Saya pergi ke sana pastinya, jadi sukarelawan buat marah-marahin anak orang. Walau ada beberapa hal yang bikin saya gak puas ama acaranya, tapi yah... lumayan deh. Ada beberapa foto dari Panaruban, tempat acara akhir sekarang, tak lupa juga foto-foto tambahan ala boyband :D Saya gak tau bagaimana peraturan kampus sekarang, tapi saya agak curiga bahwa LSS mungkin satu-satunya organisasi yang tersisa yang dibolehkan ngadain pelantikan di alam dimana pesertanya diangkut pake truk tentara, yang saya tahu biro kemahasiswaan agak sensi ama kata 'pelantikan', 'truk', 'alam' dll. Tapi rupanya saat saya nyampe ke Panaruban jam setengah 12 malam, sudah ada kunjungan dari bapak kepala biro kemahasiswaan, dan rupanya beliau sudah ada disana dari pukul 10.

Di acara akhir ini saya gak terlalu banyak ambil bagian. Bukan bagian saya lagi lah, lagian beda ama 2007 kemaren, 2008 mungkin gak akan terlalu kenal sama saya setelah acara ini. Gak enak kan kalo misalnya sekarang saya marah-marahin mereka dan sesudahnya saya gak kenal lebih deket ama mereka, entar satu-satunya hal yang mereka tahu soal saya adalah saya adalah orang yang galak. Kalo 2007 kemaren, sesudah saya marah-marah ama mereka pas acara akhir, saya dapet kesempatan buat kenal lebih jauh ama mereka, buat minta maaf juga gara-gara saya nyebelin pas acara akhir jadinya mereka gak akan nyimpan dendam ama saya hehehe...

Ya, acara akhir LSS selalu menyenangkan, walau saya sendiri gak pernah ikutan acara akhir sebagai peserta, dan saya lumayan tidak menyesal karenanya :p

Monday, November 24, 2008

I don't want to conquer anything. I just think the guy with the most freedom in this whole ocean is the PIRATE KING!!!
[Monkey D. Luffy]

Tuesday, November 18, 2008

it's twilight... again

I'm still in the middle of Twilight fever right now. And after I found out that Indonesia is not one of the countries that include in worldwide release of the movie, I felt down. Even if it just delay for one month, still... it's too long for me :(

So, I playing around with browsing a lot of fansite as distraction. I found some pics from the recent promo event of the movie. I realize that Rob Pattinson and Kristen Stewart really look cute together, too bad she has a boyfriend already. But guest what? I think I don't mind if she's break up with her boyfriend (Michael Anggarano who played in Forbidden Kingdom). If it's me, I prefer Rob than Michael :p

One more thing, this is Paramore. Ugh... I fall in love with Hayley's style... that red-hot-flame hair is amazing.
"And there you see the distinction between our feelings: had he been in my place and I in his, though I hated him with a hatred that turned my life to gall, I never would have raised a hand against him. You may look incredulous, if you please! I never would have banished him from her society as long as she desired his. The moment her regard ceased, I would have torn his heart out, and drank his blood! But, till then -- if you don't believe me, you don't know me -- till then, I would have died by inches before I touched a single hair of his head!"
[Heathcliff - Wuthering Heights]

Friday, November 7, 2008

12 Great Pop-culture Vampire

Demam Twilight the movie mulai meninggi, seiring mendekatnya tanggal rilis filmnya (walau di indo diundur jadi Desember, DAMN!). Saya jelas sudah ikut terinfeksi sejak lama. Dari browsing-browsing singkat, saya nemu satu artikel di website Entertainment Weekly yang cukup menarik, judulnya 12 Great Pop-culture Vampire, list lengkapnya adalah sebagai berikut:
  1. Edward Cullen - Twilight (Robert Pattinson)
  2. Selene - Underworld (Kate Beckinsale)
  3. Santanico Pandemonium - From Dusk till Dawn (Salma hayek)
  4. Blacula - Blacula (William Marshall)
  5. David - The Lost Boys (Kiefer Sutherland)
  6. Count Von Count - Sesame Street (Jerry Nelson)
  7. Barnabas Collins - Dark Shadows (Jonathan Frid)
  8. Miriam Blaylock - The Hunger (Catherine Deneuve)
  9. Lestat De Lioncourt - Interview With a Vampire (Tom Cruise)
  10. Angel/Angelus - Buffy the Vampire Slayer (David Boreanaz)
  11. Count Graf Orlok - Nosferatu (Max Schreck)
  12. Dracula - Bram Stoker's Dracula (Gary Oldman)

Komentar saya:
  • Kenapa Blade gak masuk ya??? kurang karisma kali dia ya...
  • Edward paling muda, dan Lestat paling keren :D
  • Saya gak percaya Count Von Count masuk ke daftar, pliss deh dia kan vampir jadi-jadian, tapi biarin deng... lucu juga :)
  • Gak semuanya saya tahu, saya cuman tau yang saya bold aja.
  • Di web nya EW ada foto-fotonya, dan beberapa diantaranya cukup norak bwt saya, hihihi...
  • hmmm... mendadak saya lupa tokoh-tokoh vampir yang pernah saya tahu...