"a woman must have money and a room of her own if she is to write fiction" - Virginia Woolf
Sunday, September 23, 2007
TEMPAT BARU!!!
Namanya HOPE CAFE, place of hope. Hehehe...namanya lucu, dan apa menu utamanya? tentu saja kopi. Lavazza...or italian coffee... wah, belum pernah nyoba tuh.
Ya, memang saya masih amatiran dalam hal kopi-mengopi, walaupun suka banget ama minuman satu ini, tetep aja gak pernah jauh-jauh dari reguler cafe latte. Tapi dengan begitu saya jadi lebih leluasa buat nyobain dan menentukan "level" rasa dan aroma cafe latte dari setiap kedai kopi yang saya datangi. Walaupun standarnya adalah lidah saya ;P
Hahaha... "even superman needs a day off"
i think i'll try to spend my day off there ^^
Saturday, September 22, 2007
Capek
Entah sudah berapa lama saya tidak mengatakan kalimat itu. Berusaha mengelabui fisik sendiri bahwa tiap malam sudah gak nyenyak tidur, badan sakit gak keruan dan kepala pening udah kayak temen yang ngajak jalan-jalan. Dilla, temen saya, juga sepertinya merasa sama, cuman dia gak ampe bilang "capek", mungkin berusaha menghindarkan sugesti negatif.
Matahari gak bangun sempurna hari ini, dia kayaknya masih ngantuk. Saya memang bukan Superman yang dapet kekuatan saat terkena sinar matahari, tapi memang saat melihat matahari lah saya merasa malas buat bilang capek. Silakan kulit saya menghitam, silakan peluh bercucuran di kening saya, dengan begitu saya tahu tubuh saya berfungsi dengan benar.
Hari ini awan-awan lagi sok-sokan berparade dari siang ampe sore. Angin gede banget, meski saya ngeliatnya lewat jendela lab dasar sambil nge-asistenin. Saya kangen matahari.
"It may sound absurd...but don’t be naive
Even heroes have the right to bleed"
[Superman-Five for Fighting]
Tuesday, September 18, 2007
Kembali ke pojok
dosen-dosen sedang rajin ngadain kuis dan bersiap ujian...
acara tv gak ada yang rame...
kampus sepi bukan main...
dan...
ada yang patah hati ;p
Sunday, September 16, 2007
Kiriman
To : Pratiwi
From : Trem
Subject : Kiriman
Apa kabar? masih hidup?
hmmm...Aku sedang menganggur luar biasa, bisa kasih kerjaan gak? lebih bagus kalau gajinya besar, tapi kecil juga gak apa, yang penting aku tak menganggur. kau tau sekali, jadi pengangguran adalah mimpi paling buruk bagiku, berasa mati.
Ray baru mengirim email kemarin, dia ada di Venice, menghabiskan satu minggu liburan berharganya. Dia mengirim email karena katanya dia liat satu kalung berbandul bulan purnama disana. Membuatnya tertawa karena mengingatmu. Aneh, biasanya purnama cuman hidup di tataran kata-kata, tapi kali ini dia dirupakan, satu kesempatan yang biasanya cuman dirasakan oleh bulan sabit --yang lagi ketawa atau ada anak kecil duduk sambil mancing di atasnya...Dreamworks salah satu tersangka untuk ini--
Bandul itu benar-benar dapat disebut purnama, jauh dari matahari atau hanya sekedar bulatan biasa. Padahal biasanya purnama hanya dapat dikenali saat dia ada di langit bukan?! Setidaknya itu yang aku dengar dari kau, dan karena itulah kau menyebut dirimu purnama, bukan?
Ray bilang gini "bilangin ama saudara gila lu itu, dia gak cuman bisa muncul karena matahari, ada orang yang bisa tetap mengenali dia meski dia gak punya sinar, bahkan bisa merupakan dia saat sedang redup, hahaha...buang jauh matahari itu kawan, bintang hanya sekumpulan makhluk pongah, kau tak butuh mereka"
Sangat Ray bukan?! sinis! dan karena itulah aku cinta dia. Untuk masalah bintang, aku tak setuju dengannya. Okelah bintang itu pongah, tapi kau tak bisa bilang kita tak butuh mereka bukan? bahkan ray adalah bintang untukku, dia matahari.
Ya begitulah, hanya sekedar ingin menambah sampah di kepenatan kepalamu. Partisimu mengendur, coba perkuat lagi, kau bisa gila kalau terus begitu.
Dan satu hal lagi, aku dengar kau kembali sendiri, benarkah?
hahaha...welcome back to the club!!! bukankah aku sudah bilang padamu, kau lebih manusiawi saat sendirian, setidaknya sebelum mataharimu datang, nikmatilah itu.
Begitulah, semoga kau tak menjadi gila karena email ini, aku juga gila kalau kau gila, sebagaimana aku hidup karena kau hidup. Dunia sini sedang membosankan, jadi bersyukurlah setidaknya kau bermain drama disana, meski dengan cerita menyebalkan.
Sampai ketemu lagi!
-- Tremi A. Iskandar --
Thursday, September 13, 2007
kembali ke pojok : kantong karung, puasa pertama dan asisten
Berhubung tema lingkungan lagi 'in' banget, saya pun kena getahnya, lebih tepat terpengaruhi oleh manusia-manusia di sekeliling. Setelah si Putri membuat saya terbiasa menolak kantong plastik kalo belanja (padahal repot juga kalo bawa pake tangan, tapi demi lah...demi!). Kemudian beberapa waktu yang lalu, anak-anak Hima SITH ITB ngadain yang namanya Tribute to Earth. Di rangkaian acaranya ada seminar, fun bike dan lain-lain. Salah satu cara danusnya adalah jualan kantong karung dengan berbagai tulisan propaganda perbaikan lingkungan, kayak 'Say NO to plastic' , terus 'i love earth' dan ada juga yang bergambar bola bumi. Hehehe...saya beli satu, yang tulisannya 'Say NO to plastic', tapi ada paradoks disini... it says 'NO to plastic', tapi kok bungkusnya pake plastik juga???
...puasa pertama...
Hari ini shaum perdana...ghirahnya gak kerasa banget nih, sebel. Tapi ada yang menyenangkan, jalanan kosong banget hari ini. Cicaheum gak macet, dan suci kosong melompong. Padahal tadi saya dan si aa ketiduran abis sahur, dan kita berangkat telat, tapi gak telat nyampe kampus karena ternyata jalan kosong banget!!! Saya ama si aa ampe ketawa-ketawa di jalan dan ujungnya kita bilang 'berkah ramadhan' ;p
...asisten...
Semester ini saya jadi asisten lab dasar, untuk anak-anak tingkat 2 yang baru aja masuk jurusan. Saya baru aja beres meriksa laporan untuk modul 1, alhamdulillah gak ada yang copy-paste dari temennya, jadi saya terhindar dari marah-marah gak jelas di hari perdana ramadhan. Tapi ya, gak sempurna juga, ternyata ada juga yang gak niat bikin laporan, bahkan gak lengkap, hmmm...maaf ya dek, tapi nilainya saya kurangi!!!
Tuesday, September 11, 2007
Anubis
"god of death and mummification"? atuhlah...apa saya seserem itu?!?! kemarin Devil, sekarang God of Death, entar apaan?
Anubis
Clever, fatalist, deep. Sympathetic, generous, loving and perseverant in proving their view point
Colors: male: sienna, female: crimson
Compatible Signs: Bastet, Isis
Dates: May 8 - May 27, Jun 29 - Jul 13
Role: God of death and mummification
Appearance: Jackal or a jackal-headed man
Sacred animals: jackalWhat is Your Egyptian Zodiac Sign?
Designed by CyberWarlock of Warlock's Quizzles and Quandaries
Monday, September 10, 2007
The Devil
You are The Devil
Materiality. Material Force. Material temptation; sometimes obsession
The Devil is often a great card for business success; hard work and ambition.
Perhaps the most misunderstood of all the major arcana, the Devil is not really "Satan" at all, but Pan the half-goat nature god and/or Dionysius. These are gods of pleasure and abandon, of wild behavior and unbridled desires. This is a card about ambitions; it is also synonymous with temptation and addiction. On the flip side, however, the card can be a warning to someone who is too restrained, someone who never allows themselves to get passionate or messy or wild - or ambitious. This, too, is a form of enslavement. As a person, the Devil can stand for a man of money or erotic power, aggressive, controlling, or just persuasive. This is not to say a bad man, but certainly a powerful man who is hard to resist. The important thing is to remember that any chain is freely worn. In most cases, you are enslaved only because you allow it.
What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.
Hahaha...cukup lucu, bagian terakhirnya itu, "you are enslaved only because you allow it", i think this part is really me wakakakakaka....
tapi ya bagaimanapun juga orang mau bilang, saya adalah saya yang saya inginkan, SAYA adalah SAYA!!! ^^
Sunday, September 9, 2007
Untuk bintang
bintang...
malam begitu kelam tanpa kau
langit tetap hitam, tapi
terasa begitu kosong
jangan salahkan aku, ku telah bersinar
semampu
ku dapat pantulkan pemberian mentari
tetapi bumi tak inginkan itu
bintang...
mereka lebih rindu pada sinar redupmu
pada kemurnianmu
tempatku begitu dingin, aku begitu dingin
ku hanya tahu diriku,
hanya tahu isi kepalaku
tak ada energi yang bisa kuberi
ku harus
meminjam untuk memberi
bintang...
maafkanku,
mungkin memang ku
terlalu berharap padamu
mungkin memang ku terlalu bergantung pada hangatmu
hanya saja, kali ini hangatmu tak sampai padaku
padahal jarak kita
sama, tak berubah sedikitpun
ataukah sekarang jarak itu melebar?
bintang...
mungkin ini hanya harapku saja, tapi...
bisakah kau
menjadi mentari?

