Seorang Lintang* , anak jenius dari keluarga nelayan miskin di pesisir Belitong. Anak kecil yang harus menempuh jarak 80 km dengan sepeda setiap harinya, terkadang menantang alam dan bertukar sapa dengan buaya, semua demi mengunjungi satu gedung lapuk berisi 9 orang sahabat dan seorang guru, tempat dimana setiap desahan ilmu pengetahuan berubah menjadi nafas kehidupannya, tempat bernama sekolah.
Ada orang yang diceritakan seperti itu. Dan kemudian, saya masih ribut untuk dibelikan motor/mobil untuk berangkat kuliah, dan juga minta laptop baru dengan ukuran lebih kecil pada ayah saya. Padahal tak ada buaya yang harus menghalangi jalan saya ke kampus, dan alam kota ini begitu familiar dengan kehidupan saya yang pemalas. Yang harus saya kalahkan bukan jarak, cuaca, atau buaya, tapi diri saya sendiri!
*salah satu tokoh dalam novel Laskar Pelangi dari Andrea Hirata.
"a woman must have money and a room of her own if she is to write fiction" - Virginia Woolf
Saturday, August 25, 2007
Friday, August 24, 2007
BTS itu seperti malaikat
Saya baru selesai kuliah perdana Sistem Komunikasi Selular, mata kuliah pilihan tingkat 4. Cuman pengenalan awal dan penjelasan silabus, layaknya kuliah perdana yang normal. Ada satu hal baru yang saya dapat, ternyata BTS atau Base Transceiver Station itu bisa memonitor signal strength dari setiap mobile station alias hp. Hehehe...malu juga sih, baru tahu ini sekarang, jadi pengen nanya ke diri sendiri: "yakin lu mahasiswa elektro???" ^^!
Yang menurut saya rada lucu itu adalah ketika si bapak dosen memberikan gambaran hal itu dengan menganalogikan BTS dengan malaikat...
BTS itu kayak malaikat, Saat hp ada dekat BTS, dia suruh tu hp buat ngurangin daya pancar antenanya, ini supaya gak menimbulkan interferensi buat hp lain. Terus buat hp yang jauh letaknya dari BTS, disuruh buat nguatin daya pancarnya. Makanya hp yang ada di daerah yang sulit sinyal suka gampang abis batere.
Jadi kalo BTS itu malaikat dan hp itu manusia, saya ini hp merk apa ya??? *mode gak penting x_____x*
Yang menurut saya rada lucu itu adalah ketika si bapak dosen memberikan gambaran hal itu dengan menganalogikan BTS dengan malaikat...
BTS itu kayak malaikat, Saat hp ada dekat BTS, dia suruh tu hp buat ngurangin daya pancar antenanya, ini supaya gak menimbulkan interferensi buat hp lain. Terus buat hp yang jauh letaknya dari BTS, disuruh buat nguatin daya pancarnya. Makanya hp yang ada di daerah yang sulit sinyal suka gampang abis batere.
Jadi kalo BTS itu malaikat dan hp itu manusia, saya ini hp merk apa ya??? *mode gak penting x_____x*
Thursday, August 23, 2007
Kuliah lagi...
Setelah lama gak kuliah, akhirnya masuk kuliah lagi....
Kesan minggu pertama:
Kalo dosen Antenna itu pak Tata-nya SMA 3, saya pasti sudah kena tampar di hari pertama 0______O
Kesan minggu pertama:
Kalo dosen Antenna itu pak Tata-nya SMA 3, saya pasti sudah kena tampar di hari pertama 0______O
Sunday, August 19, 2007
Sahabat dan perjalanan
Beberapa hari lalu, Saya, Indri dan Ditha jalan-jalan bareng ke Cizz Jalan Laswi. Entah kenapa si Ditha lagi ngidam cheesecake, jadilah kita kesana, toko kue kecil dengan beragam pilihan cheesecake dan harga terjangkau ^^
Kemudian saat pulang, sambil mengantar saya yang terserang sakit kepala luarbiasa hebat, kami mengobrol ngalor-ngidul. Dan entah dapet ilham dari mana saya mengajukan satu ide gila buat semua...
"eh, akhir tahun ajaran ini kita jalan-jalan bareng yuk, ke singapore ma malay..."
Si Indri kontan protes, "punya duit dari mana??". Terus saya bilang supaya setahun ini kita nabung aja. According to Ditha's experience in traveling to Singapore and Malay, biayanya ternyata gak segede yang kita pikirin. Atau masih kejangkau dengan menabung setahun penuh tanpa jalan-jalan ke pizza hut atau sushi tei dan tanpa makan siang di kantin borju atau tambang.
Jadilah kami semua membuat satu resolusi di awal tahun ajaran. Kita jalan-jalan ke luar negeri!!! Dengan biaya sendiri, dan jadi turis kere di negeri orang.
Saya sendiri sebenernya gatel banget pengen jalan-jalan ke luar negeri karena ngeliat segudang pengalaman travelingnya Alaya Setya, salah satu penulis Traveler's Tale, dan semakin gatel pas baca tulisan si Ditha yang ini. Aduh...pengen banget deh...
Ya sebenernya sedikit banyak saya sudah merencakan bahwa entar setelah lulus saya pengen jalan-jalan dulu. Kalo bisa ya ke negara luar (minimal ASEAN) atau kalo gak mungkin ya keliling Indonesia ^^ . Kalo bisa sama temen-temen, tapi kalo harus sendiri ya...sendiri aja deh!!!
Kemudian saat pulang, sambil mengantar saya yang terserang sakit kepala luarbiasa hebat, kami mengobrol ngalor-ngidul. Dan entah dapet ilham dari mana saya mengajukan satu ide gila buat semua...
"eh, akhir tahun ajaran ini kita jalan-jalan bareng yuk, ke singapore ma malay..."
Si Indri kontan protes, "punya duit dari mana??". Terus saya bilang supaya setahun ini kita nabung aja. According to Ditha's experience in traveling to Singapore and Malay, biayanya ternyata gak segede yang kita pikirin. Atau masih kejangkau dengan menabung setahun penuh tanpa jalan-jalan ke pizza hut atau sushi tei dan tanpa makan siang di kantin borju atau tambang.
Jadilah kami semua membuat satu resolusi di awal tahun ajaran. Kita jalan-jalan ke luar negeri!!! Dengan biaya sendiri, dan jadi turis kere di negeri orang.
Saya sendiri sebenernya gatel banget pengen jalan-jalan ke luar negeri karena ngeliat segudang pengalaman travelingnya Alaya Setya, salah satu penulis Traveler's Tale, dan semakin gatel pas baca tulisan si Ditha yang ini. Aduh...pengen banget deh...
Ya sebenernya sedikit banyak saya sudah merencakan bahwa entar setelah lulus saya pengen jalan-jalan dulu. Kalo bisa ya ke negara luar (minimal ASEAN) atau kalo gak mungkin ya keliling Indonesia ^^ . Kalo bisa sama temen-temen, tapi kalo harus sendiri ya...sendiri aja deh!!!
Saturday, August 18, 2007
Bumi, bintang dan semesta
Harusnya postingan tentang tahun ajaran baru tadi menjadi satu-satunya postingan hari ini. Tapi saya baru saja mendapatkan satu sms dari si Putri dan mau tak mau saya ingin membahasnya...
Putri:
Kang Acung, senior saya anak LSS yang sudah lulus dari jurusan matematika pernah menceritakan satu cerita tentang sebab akibat. Katanya, satu kepakan sayap kupu-kupu di Inggris bisa menyebabkan badai katrina di Amerika Serikat. Syukurlah dia tidak menceritakan detilnya sampai ke perhitungan matematis, karena saya jamin saya akan pusing. Tapi dari hal itu saya pun bisa mengambil kesimpulan, setiap hal yang diciptakan, kecil atau besar, secara matematis atau tidak, punya efek dan keterkaitan dengan hal lain. Keterkaitan itu akan selalu ada, hanya mungkin saja untuk beberapa hal kita tak tahu.
Memang....Allah memang Maha Luarbiasa!!!
Putri:
Kalo bumi aja udah dilengkapi dengan segala kebutuhan manusia, terus kenapa alam semesta mesti tercipta segitu luasnya? Bintang yang milyaran itu gak mungkin cuma buat menghias langit kan...Dan saya me-reply begini:
Bumi ini merupakan satu efek yang muncul akibat benturan beberapa pendahulunya di alam semesta. Kita bukan makhluk awal penghuni semesta. Bumi memang lengkap, untuk manusia. Dan semesta itu ada agar bumi senantiasa dapat tetap lengkap. Untuk kehidupan sekarang dan selanjutnya.Saya jadi ingat pelajaran jaman SMA dulu tentang teori gaya tarik menarik antar partikel yang dikeluarkan cowoknya si Seramika, Isaac Newton. Jadi inget ama guru fisika SMA, Pak Tata. Beliau bilang efek yang paling besar dari teori gaya itu terlihat dari posisi benda angkasa di semesta. Dan bisa dibilang keberadaan satu benda di semesta ini sangat berhubungan dengan kestabilan seluruh alam semesta, dan pastinya berefek pada kehidupan setiap makhluk di bumi. (sebenarnya saya tak terlalu yakin kalau makhluk hidup hanya ada di bumi, tapi tak mau percaya juga kalau belum ada bukti benarnya, untuk singkatnya marilah kita mengimani kalau makhluk hidup hanya ada di bumi)
Kang Acung, senior saya anak LSS yang sudah lulus dari jurusan matematika pernah menceritakan satu cerita tentang sebab akibat. Katanya, satu kepakan sayap kupu-kupu di Inggris bisa menyebabkan badai katrina di Amerika Serikat. Syukurlah dia tidak menceritakan detilnya sampai ke perhitungan matematis, karena saya jamin saya akan pusing. Tapi dari hal itu saya pun bisa mengambil kesimpulan, setiap hal yang diciptakan, kecil atau besar, secara matematis atau tidak, punya efek dan keterkaitan dengan hal lain. Keterkaitan itu akan selalu ada, hanya mungkin saja untuk beberapa hal kita tak tahu.
Memang....Allah memang Maha Luarbiasa!!!
Tahun Ajaran Baru
Hari ini digelar Open House Unit di kampus ITB. Saya jujur sangat senang dengan keadaan ini. Sebagai warga kampus yang mungkin sejauh ini hanya menonton keberjalanan kampus, saya benar-benar bersyukur dengan geliat yang mulai terlihat dari kawan-kawan mahasiswa saat ini. Dari segi regional beberapa organisasi, memang sangat terasa degradasi nilai, pemikiran dan kesadaran di kalangan mahasiswa baru. Beberapa aktivis terdahulu yang masih tersisa berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan penurunan nilai, ada yang mulai menunjukkan keberhasilan ada yang masih stagnan.
Dari keberjalan kampus secara umum, Saya pribadi sempat pesimis ketika kepemimpinan Keluarga Mahasiswa yang baru, naik menggantikan yang lama. Karena gelagat awalnya saja sudah tidak terlalu bagus. Diawali dengan sedikit 'ricuh' di beberapa tempat, seperti forum umum ataupun forum online. Hawa pembaruan yang diusung muncul bersamaan dengan ketidakharmonisan dengan pemimpin yang lalu. Sebagai orang yang menonton, saya hanya dapat berkomentar, "ya, kayak gini lagi deh". Seperti komentar saya pada tulisan mbak Okky yang ini, saya sangat tidak menyukai gelagat pembaruan yang seolah-olah mementahkan apa yang sudah dibangun oleh masa pemerintahan sebelumnya. Apa yang salah dari meneruskan sesuatu yang baik? Tidak ada yang bisa membuat sesuatu dengan sangat sempurna, kita hanya bisa mendekati kesempurnaan, tapi tidak akan bisa menyentuh kesempurnaan itu sendiri, itu cuman milik Tuhan. Dan usaha medekati kesempurnaan itu akan maju lebih cepat kalau berupa satu proses kontinu, kalo semua hal balik lagi ke awal sama saja seperti kamu masuk ke kotak yang berisi ular yang langsung menuju kotak nomor 1 dalam permainan ular tangga, mementahkan segala usaha yang lalu.
Apa yang terjadi selanjutnya? Tanpa kesengajaan, ternyata saya punya akses terhadap salah satu menteri kabinet yang baru, terutama yang banyak berhubungan dengan unit dimana saya berada, Seni dan Budaya. Dari beberapa obrolan dengan beliau, saya sedikit banyak tahu tentang visi kabinet tahun ini, dan penilaian saya pun membaik. Bisa saya ambil kesimpulan, beberapa gelintir teman-teman mahasiswa memang senang dengan keadaan ramai, entah dalam konflik atau bersenang-senang, sehingga mereka meluangkan sedikit waktunya untuk melemparkan beberapa isu kontroversial dalam forum online. Tak terlalu jelek, karena untuk beberapa orang, semangat pembaruan baru akan muncul kalau situasi mulai menegangkan.
Kembali pada keseharian kampus saat ini. Penerimaan Mahasiswa Baru sudah berjalan, meski saya tak mendengar beritanya sama sekali. OHU tadi siang sangat ramai pengunjung, satu angin segar bagi kegiatan kemahasiswaan ke depannya. Kaderisasi beberapa himpunan sedang berjalan. Tahun ajaran ini dimulai dengan cukup ramai, semoga akan semakin ramai lagi pada kelanjutannya. Sejujurnya, kalo misalnya lancar, tahun ini akan menjadi tahun terakhir saya di kampus, dan saya berharap tidak lewat dengan dingin-dingin saja.
Dari keberjalan kampus secara umum, Saya pribadi sempat pesimis ketika kepemimpinan Keluarga Mahasiswa yang baru, naik menggantikan yang lama. Karena gelagat awalnya saja sudah tidak terlalu bagus. Diawali dengan sedikit 'ricuh' di beberapa tempat, seperti forum umum ataupun forum online. Hawa pembaruan yang diusung muncul bersamaan dengan ketidakharmonisan dengan pemimpin yang lalu. Sebagai orang yang menonton, saya hanya dapat berkomentar, "ya, kayak gini lagi deh". Seperti komentar saya pada tulisan mbak Okky yang ini, saya sangat tidak menyukai gelagat pembaruan yang seolah-olah mementahkan apa yang sudah dibangun oleh masa pemerintahan sebelumnya. Apa yang salah dari meneruskan sesuatu yang baik? Tidak ada yang bisa membuat sesuatu dengan sangat sempurna, kita hanya bisa mendekati kesempurnaan, tapi tidak akan bisa menyentuh kesempurnaan itu sendiri, itu cuman milik Tuhan. Dan usaha medekati kesempurnaan itu akan maju lebih cepat kalau berupa satu proses kontinu, kalo semua hal balik lagi ke awal sama saja seperti kamu masuk ke kotak yang berisi ular yang langsung menuju kotak nomor 1 dalam permainan ular tangga, mementahkan segala usaha yang lalu.
Apa yang terjadi selanjutnya? Tanpa kesengajaan, ternyata saya punya akses terhadap salah satu menteri kabinet yang baru, terutama yang banyak berhubungan dengan unit dimana saya berada, Seni dan Budaya. Dari beberapa obrolan dengan beliau, saya sedikit banyak tahu tentang visi kabinet tahun ini, dan penilaian saya pun membaik. Bisa saya ambil kesimpulan, beberapa gelintir teman-teman mahasiswa memang senang dengan keadaan ramai, entah dalam konflik atau bersenang-senang, sehingga mereka meluangkan sedikit waktunya untuk melemparkan beberapa isu kontroversial dalam forum online. Tak terlalu jelek, karena untuk beberapa orang, semangat pembaruan baru akan muncul kalau situasi mulai menegangkan.
Kembali pada keseharian kampus saat ini. Penerimaan Mahasiswa Baru sudah berjalan, meski saya tak mendengar beritanya sama sekali. OHU tadi siang sangat ramai pengunjung, satu angin segar bagi kegiatan kemahasiswaan ke depannya. Kaderisasi beberapa himpunan sedang berjalan. Tahun ajaran ini dimulai dengan cukup ramai, semoga akan semakin ramai lagi pada kelanjutannya. Sejujurnya, kalo misalnya lancar, tahun ini akan menjadi tahun terakhir saya di kampus, dan saya berharap tidak lewat dengan dingin-dingin saja.
Friday, August 17, 2007
Ngerti karena rame
Ada yang aneh ketika saya pulang ke rumah malam ini. Kakak perempuan saya, Intan, sedang menonton film India di TV, malam-malam? semenjak kapan ada stasiun TV Indonesia yang menayangkan film India di malam hari? ternyata dia tidak menontonnya dari stasiun TV Indonesia, melainkan dari stasiun TV India internasional yang ada di jaringan Astro.
Apa yang mengherankan dari nonton India? bukannya Intan tiap hari nonton India?
Yang mengherankan adalah dia menonton film dengan bahasa yang tidak dia mengerti itu tanpa teks. Saya tahu Intan tidak mengerti bahasa India dan film itu berbahasa India, wajarnya dia tidak mengerti kan? tapi kenapa dia bisa menceritakan kembali cerita film yang ditontonnya itu? Aneh!
Saya sendiri adalah penggemar dorama Jepang, saya tidak mengerti bahasa Jepang jadinya saya menonton jika-dan-hanya-jika ada subtitle-nya. Pernah saya mencoba menonton tanpa subtitle, rasanya aneh sekali, seperti menonton film untuk alien dan jadinya saya tak mengerti jalannya cerita dorama tersebut. Jadi kenapa Intan bisa ngerti cerita film India itu padahal dia gak ngerti bahasa India?
Penasaran saya tanya dia, "kok ngerti sih? kan intan gak bisa bahasa india". Dan dia menjawab, "biarin gak bisa juga, yang penting rame". Dan saya balik nanya, "terus kenapa bisa ngerti?". Intan hanya jawab, "soalnya rame".
Ada hubungan sebab-akibat yang aneh disini. Alur yang saya tahu itu adalah nonton film-tahu cerita-bisa menceritakan kembali-komentar, jadi komentar muncul karena sebelumnya telah ngerti dengan cerita filmnya. Tapi Intan mengatakan "rame" dulu sebelum dia "ngerti", jadinya dia mengerti film itu karena film itu rame?!?!?!?!
Mungkin perlu dibuat suatu riset khusus tentang "kesenangan yang berefek pada pemahaman". Jadi mungkin jika seseorang sudah setengah mati menyukai sesuatu, dia tanpa sadar dapat mengerti hal tersebut. Ya, saya sih tetap merasa ini aneh.
Apa yang mengherankan dari nonton India? bukannya Intan tiap hari nonton India?
Yang mengherankan adalah dia menonton film dengan bahasa yang tidak dia mengerti itu tanpa teks. Saya tahu Intan tidak mengerti bahasa India dan film itu berbahasa India, wajarnya dia tidak mengerti kan? tapi kenapa dia bisa menceritakan kembali cerita film yang ditontonnya itu? Aneh!
Saya sendiri adalah penggemar dorama Jepang, saya tidak mengerti bahasa Jepang jadinya saya menonton jika-dan-hanya-jika ada subtitle-nya. Pernah saya mencoba menonton tanpa subtitle, rasanya aneh sekali, seperti menonton film untuk alien dan jadinya saya tak mengerti jalannya cerita dorama tersebut. Jadi kenapa Intan bisa ngerti cerita film India itu padahal dia gak ngerti bahasa India?
Penasaran saya tanya dia, "kok ngerti sih? kan intan gak bisa bahasa india". Dan dia menjawab, "biarin gak bisa juga, yang penting rame". Dan saya balik nanya, "terus kenapa bisa ngerti?". Intan hanya jawab, "soalnya rame".
Ada hubungan sebab-akibat yang aneh disini. Alur yang saya tahu itu adalah nonton film-tahu cerita-bisa menceritakan kembali-komentar, jadi komentar muncul karena sebelumnya telah ngerti dengan cerita filmnya. Tapi Intan mengatakan "rame" dulu sebelum dia "ngerti", jadinya dia mengerti film itu karena film itu rame?!?!?!?!
Mungkin perlu dibuat suatu riset khusus tentang "kesenangan yang berefek pada pemahaman". Jadi mungkin jika seseorang sudah setengah mati menyukai sesuatu, dia tanpa sadar dapat mengerti hal tersebut. Ya, saya sih tetap merasa ini aneh.
Thursday, August 16, 2007
Saat berada di tengah konflik
Saya sedang bingung...
Organisasi saya terlibat satu perselisihan dengan organisasi dimana sahabat saya berada. Saya mengetahui pandangan dari organisasi saya terhadap perselisihan yang terjadi, tapi di lain pihak saya pun tahu keadaan sahabat saya itu saat masalah pemicu perselisihan ini berlangsung. Di satu sisi saya harus membela kepentingan organisasi saya, di lain pihak saya tak ingin membuat sahabat saya sakit hati. Oh Tuhan, biarlah saya yang sakit hati, biarlah saya yang merasa sakit, tapi tidak dia, saya mohon tidak dia!
Saya ingat ketika sahabat saya datang pada saya kemarin lusa, dia bilang : "put maafin gw ya, lu jangan ampe benci ama gw ya put ya..."
Oh Tuhan, sebelum saya membencinya saya akan melakukan pembunuhan massal terhadap seluruh penduduk dunia. Saya merasa saya adalah sahabat paling buruk sedunia. Membiarkan seorang yang saya sayangi segitu merasa tertekannya, dan saya lah yang membuat dia serba salah seperti itu. Bingung, benar-benar bingung, bagaimana saya harus bersikap? kalau saya terlalu keras, sahabat saya akan semakin merasa saya marah padanya, tapi jika saya tak maju pun sepertinya saya sangat tidak bertanggung jawab terhadap organisasi saya. Mana yang harus saya dahulukan?
Sejauh ini saya hanya diam. Menjadi penonton, pengamat dan pemberi saran. Jujur, saya tak mau maju melawan, tapi juga tak mau diam saja. Saya bingung, sangat bingung!!!
Untuk Seramika Ariwahjoedi:
Organisasi saya terlibat satu perselisihan dengan organisasi dimana sahabat saya berada. Saya mengetahui pandangan dari organisasi saya terhadap perselisihan yang terjadi, tapi di lain pihak saya pun tahu keadaan sahabat saya itu saat masalah pemicu perselisihan ini berlangsung. Di satu sisi saya harus membela kepentingan organisasi saya, di lain pihak saya tak ingin membuat sahabat saya sakit hati. Oh Tuhan, biarlah saya yang sakit hati, biarlah saya yang merasa sakit, tapi tidak dia, saya mohon tidak dia!
Saya ingat ketika sahabat saya datang pada saya kemarin lusa, dia bilang : "put maafin gw ya, lu jangan ampe benci ama gw ya put ya..."
Oh Tuhan, sebelum saya membencinya saya akan melakukan pembunuhan massal terhadap seluruh penduduk dunia. Saya merasa saya adalah sahabat paling buruk sedunia. Membiarkan seorang yang saya sayangi segitu merasa tertekannya, dan saya lah yang membuat dia serba salah seperti itu. Bingung, benar-benar bingung, bagaimana saya harus bersikap? kalau saya terlalu keras, sahabat saya akan semakin merasa saya marah padanya, tapi jika saya tak maju pun sepertinya saya sangat tidak bertanggung jawab terhadap organisasi saya. Mana yang harus saya dahulukan?
Sejauh ini saya hanya diam. Menjadi penonton, pengamat dan pemberi saran. Jujur, saya tak mau maju melawan, tapi juga tak mau diam saja. Saya bingung, sangat bingung!!!
Untuk Seramika Ariwahjoedi:
Saya menyayangi kamu, sangat menyayangi kamu.-Puput Pratiwi Hidayat-
Kamu sahabat saya, kamu saudara saya.
Masa jabatan saya di satu organisasi bisa berakhir, keanggotaan saya bisa berakhir, tapi tidak dengan persahabatan kita, persaudaraan kita. Kamu lebih berharga bagi saya dari semua organisasi di dunia ini dijumlahkan sekaligus. Kamu tahu saya lebih banyak dari seluruh orang di organisasi ini, dan saya pun tahu kamu lebih dari orang-orang di organisasimu. Maafkanlah saya, janganlah marah pada saya, saya lebih memilih dibakar hidup-hidup daripada kamu membenci saya.
Saudaraku, bagaimanapun dunia ini berjalan, kita adalah kita.
Saya menyayangimu, sangat menyayangimu.
Subscribe to:
Posts (Atom)