Friday, August 31, 2007

Palm Vein Identification

TELAH DIBANGUN!!!

Satu gerbang baru menuju kehidupan, yang Insya Allah, akan lebih baik. Satu kalimat pembuka dari seruntuyan kalimat yang akan tersusun menjadi LAPORAN TUGAS SARJANA.

PALM VEIN IDENTIFICATION... atau Identifikasi Pembuluh Telapak Tangan... Itulah topik yang akhirnya diputuskan untuk diangkat pada tugas akhir sarjana saya.

Terimakasih untuk Olivica Priyono, yang karena kreativitas tak terhingganya dia pun menularkan idenya pada saya. Terimakasih pada Ibu Tati Mengko yang memberitahu Vica bahwa jika topik itu dikerjakannya sendiri maka tidak akan selesai dengan memuaskan, jadilah dibagi dua dengan saya.

Inti pembahasannya adalah tentang image processing dan identifikasinya. Vica akan berkutat dengan kompresi citra dan saya akan bergaul akrab dengan komparasi teknik identifikasi kode hasil kompresi tersebut.

Yup, memang pengetahuan saya masih kurang, memang ilmu saya masih terbatas dan memang belum terlalu tahu tentang hal ini. Tapi saya akan berusaha dan akan terus mencari tahu. Dan mungkin suatu saat bisa membuat keadaan seperti ini: masa dimana kartu identitas, kartu ATM dan pin tidak akan berguna, dimana uang gak punya bentuk fisik. Semua orang hanya butuh telapak tangannya, untuk belanja, beli pulsa, untuk akses ke rekening, untuk transfer uang, untuk bayar listrik bahkan untuk sensus penduduk, cukup tunjukan tanganmu dan selesai. Tapi mungkin kejahatannya pun akan berkembang, orang gak akan lagi nyopet dompet atau ngambil HP, tapi langsung potong tangannya dan bobol saja rekeningnya... kekeke...becanda!!!

- Yang ngejar lulus Juli 2008 -

Putri dan langitnya...

Seperti malam yang lalu, malan ini masih purnama.

Langit begitu hitam, tapi tidak kelam, malahan hangat rasanya. Bintang-bintang sedang genit, mereka mengedip-ngedip manja, seperti gadis mungil yang sedang kasmaran.

Putri...
Langit malam ini mengingatkanku padamu. Terbayang sosok mungilmu berdiri menengadah ke langit, memandang takjub dan memuja. Terbanglah yang tinggi, sapalah gadis angkasa yang tak ubahnya seperti engkau. Nikmatilah waktumu, terbuai bersama hangat cahaya redupnya.

Sudah itu, ingatlah untuk kembali ke bumi... peermu menunggu untuk dikerjakan putri...

Tuesday, August 28, 2007

Malas...

Kenapa Gmail susah sekali dibuka???? Saya pikir saya sudah meng-enter alamat itu dari 10 menit lalu dan tulisannya masih "loading".

NGANTUKKKK!!!!

Saya merasa saya gak bisa minum kopi saat ini, aduh bencana!!!

Sunday, August 26, 2007

LSS punya beberes badag

LSS beberes badag hari sabtu 25 Agustus kemaren. Ya agak kecewa sih soalnya sedikit yang dateng, tapi cukup rame juga. Pengurusnya pada pake dresscode baju pagelaran 2005, pagelaran dimana kita semua jadi anak paling muda, jadi pemain, biar ngerasa muda ^^

Ada sedikit foto-foto dari beberes badag kemaren

Semua barang dikeluarkan... ternyata isi sekre LSS itu banyak banget.














Okelah, saya tahu kalau rata-rata anak LSS nyimpen segala macam barang di LSS. Tapi bingung deh, kalo panci sih emang anak LSS kadang masak-masak, tapi kalo sepatu selam??? di bandung bisa nyelem dimana???







Menghalau debu di karpet, walau kayaknya susah banget, tu debu udah cinta banget ama karpet kita, sampai-sampai gak mau dipisahkan.







Bunga di depan Altim lagi mekar, hehehe...bagus ya, seinget saya dulu bunga ini juga mekar waktu kita lagi ngurusin LUSTRUM VII, kangen banget ama masa-masa itu.



Sepatu setumpuk, buku setumpuk...












Waditra...nyawanya LSS banget, tanpa ini, kita gak akan jadi sebuah lingkung seni















Beberapa sudut LSS





















Hehehe...mirip gak nih?? ^^ (sorry bul)


Pupuhu kita, Galih Sandy Agung (sebelah kanan pake kaos ijo), ulang tahun hari ini. Bikin surprise kecil-kecilan yang nyaris gagal...


Yup, itu dia kerjaan saya sabtu kemarin. Dan tentu saja...ini yang poto-poto.


NB: kang Billy, punten pisan kamrenya dipake ya, aduh maaf kalo bikin bingung. Aku menyesal....T_____T

Saturday, August 25, 2007

Yang harus dikalahkan

Seorang Lintang* , anak jenius dari keluarga nelayan miskin di pesisir Belitong. Anak kecil yang harus menempuh jarak 80 km dengan sepeda setiap harinya, terkadang menantang alam dan bertukar sapa dengan buaya, semua demi mengunjungi satu gedung lapuk berisi 9 orang sahabat dan seorang guru, tempat dimana setiap desahan ilmu pengetahuan berubah menjadi nafas kehidupannya, tempat bernama sekolah.

Ada orang yang diceritakan seperti itu. Dan kemudian, saya masih ribut untuk dibelikan motor/mobil untuk berangkat kuliah, dan juga minta laptop baru dengan ukuran lebih kecil pada ayah saya. Padahal tak ada buaya yang harus menghalangi jalan saya ke kampus, dan alam kota ini begitu familiar dengan kehidupan saya yang pemalas. Yang harus saya kalahkan bukan jarak, cuaca, atau buaya, tapi diri saya sendiri!

*salah satu tokoh dalam novel Laskar Pelangi dari Andrea Hirata.

Friday, August 24, 2007

BTS itu seperti malaikat

Saya baru selesai kuliah perdana Sistem Komunikasi Selular, mata kuliah pilihan tingkat 4. Cuman pengenalan awal dan penjelasan silabus, layaknya kuliah perdana yang normal. Ada satu hal baru yang saya dapat, ternyata BTS atau Base Transceiver Station itu bisa memonitor signal strength dari setiap mobile station alias hp. Hehehe...malu juga sih, baru tahu ini sekarang, jadi pengen nanya ke diri sendiri: "yakin lu mahasiswa elektro???" ^^!

Yang menurut saya rada lucu itu adalah ketika si bapak dosen memberikan gambaran hal itu dengan menganalogikan BTS dengan malaikat...

BTS itu kayak malaikat, Saat hp ada dekat BTS, dia suruh tu hp buat ngurangin daya pancar antenanya, ini supaya gak menimbulkan interferensi buat hp lain. Terus buat hp yang jauh letaknya dari BTS, disuruh buat nguatin daya pancarnya. Makanya hp yang ada di daerah yang sulit sinyal suka gampang abis batere.

Jadi kalo BTS itu malaikat dan hp itu manusia, saya ini hp merk apa ya??? *mode gak penting x_____x*

Thursday, August 23, 2007

Kuliah lagi...

Setelah lama gak kuliah, akhirnya masuk kuliah lagi....

Kesan minggu pertama:

Kalo dosen Antenna itu pak Tata-nya SMA 3, saya pasti sudah kena tampar di hari pertama 0______O

Sunday, August 19, 2007

Sahabat dan perjalanan

Beberapa hari lalu, Saya, Indri dan Ditha jalan-jalan bareng ke Cizz Jalan Laswi. Entah kenapa si Ditha lagi ngidam cheesecake, jadilah kita kesana, toko kue kecil dengan beragam pilihan cheesecake dan harga terjangkau ^^

Kemudian saat pulang, sambil mengantar saya yang terserang sakit kepala luarbiasa hebat, kami mengobrol ngalor-ngidul. Dan entah dapet ilham dari mana saya mengajukan satu ide gila buat semua...

"eh, akhir tahun ajaran ini kita jalan-jalan bareng yuk, ke singapore ma malay..."

Si Indri kontan protes, "punya duit dari mana??". Terus saya bilang supaya setahun ini kita nabung aja. According to Ditha's experience in traveling to Singapore and Malay, biayanya ternyata gak segede yang kita pikirin. Atau masih kejangkau dengan menabung setahun penuh tanpa jalan-jalan ke pizza hut atau sushi tei dan tanpa makan siang di kantin borju atau tambang.

Jadilah kami semua membuat satu resolusi di awal tahun ajaran. Kita jalan-jalan ke luar negeri!!! Dengan biaya sendiri, dan jadi turis kere di negeri orang.

Saya sendiri sebenernya gatel banget pengen jalan-jalan ke luar negeri karena ngeliat segudang pengalaman travelingnya Alaya Setya, salah satu penulis Traveler's Tale, dan semakin gatel pas baca tulisan si Ditha yang ini. Aduh...pengen banget deh...

Ya sebenernya sedikit banyak saya sudah merencakan bahwa entar setelah lulus saya pengen jalan-jalan dulu. Kalo bisa ya ke negara luar (minimal ASEAN) atau kalo gak mungkin ya keliling Indonesia ^^ . Kalo bisa sama temen-temen, tapi kalo harus sendiri ya...sendiri aja deh!!!