Friday, March 7, 2008

Menawarkan diri?

Ada satu kalimat yang terngiang-ngiang di telinga saya setelah nonton Ayat-ayat Cinta.

"...aku ingin menjadi halal untukmu..."

Di luar konteks benar-salah atau pantas-gak pantas, saya merasa perempuan yang bisa maju untuk mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan seseorang adalah seorang yang luarbiasa. Dia punya keberanian. Di sini dialah yang menarik tali nasib itu, bukan jadi tokoh pasif yang senantiasa harus menunggu pinangan datang. Walau, sebagaimana fitrahnya seorang wanita itu diciptakan, perasaan sangat bermain disini.

Perasaan perempuan itu sangat sensitif, terkadang dia maju tanpa mempersiapkan hatinya untuk hal yang akan muncul selanjutnya. Sebagai contoh dalam film ini, 'penawaran' itu ditolak, meski dengan cukup halus tetap saja ada yang sakit hati, dan jadinya malah ada fitnah yang kemudian keluar. Sulit memang. Mungkin karena itulah lelaki menjadi kaum yang 'meminta', dan perempuan yang dihadapkan dengan 'pilihan'.

3 comments:

Anonymous said...

hanya ada satu kesimpulan dari film ayat ayat cinta.

bahwa sebenernya....

POLIGAMI ITU BOLEH........HAHAHAHAHA

Unknown said...

@ zakki : siapa yang bilang poligami itu gak boleh? masalahnya syaratnya itu bisa lu tanggung gak? hehehehe... :p

Anonymous said...

susah sekali...